blog yang berisi berbagai informasi tentang daftar

Breaking

Quick Count Pilgub Jawa Timur

Masyarakat Jawa Timur akan memberikan suara mereka untuk menentukan siapa yang kelak akan menjadi pemimpin mereka sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa timur untuk lima tahun ke depan dalam bingkai pemilihan Gubernur atau Pilgub pada tanggal 29 Agustus 2013 ini. empat pasangan calon akan bertarung dalam pemilihan gubernur Jatim tersebut, mereka adalah pasangan Calon incumbent yaitu Soekarwo Saifullah Yusu yang diusung 32 partai, kemudian Paslon dari jalur independen yaitu Eggi Sudjana - Muhammad Sihat. Selanjutnya adalah Paslon yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yakni Bambang DH - Said Abdullah. Dan yang terakhir adalah pasangan calon yang sempat dinyatakan tidak lulus oleh KPUD Jatim, namun setelah melakukan banding akhirnya dinyatakan lolos dan berhak mengikuti pilgub Jatìm yaitu pasangan Khofifah Indah Parawansa - Herman

Setelah melalui beberapa tahapan pemilu, akhirnya keempat pasangan ini telah mendapatkan nomor urut sebagai tanda keikutsertaan mereka dalam Pilgub Jatim 2013 melalui pengundian kecuali pasangan khofifah-Herman S Sumawiredja yang langsung diberi nomor urut 4 karena sempat terjadi permasalahan dengan KPUD.

Berikut ìni daftar nomor urut calon Gubernur Jawa Timur:

Pasangan dengan nomor urut 1 yaitu Soekarwo - Saifullah Yusuf (KarSa)

Pasangan dengan nomor urut 2 yaitu Eggi Sudjana - Muhammad Sihat.

Pasangan dengan nomor urut 3 yaitu Bambang DH - Said Abdullah.

Pasangan dengan nomor urut 4 yaitu Khofifah Indah Parawansa - Herman S. Sumawiredja.

Hasil Quìck Count

Pilgub Jatim ini tentunya akan menjadi sorotan media-media nasional, maka tak heran kemungkinan besar lembaga-lembaga survei nasional seperti LSI, Indobarometer, SMRC dan lain-lainnya akan turut melakukan quick count atau metode hitung cepat yang memang sering dilakukan di berbagai pilkada.
Tapi harapan yang terpenting bagi masyarakat Jawa Timur adalah agar proses pemilihan gubernur itu dapat berjalan dengan lancar dan aman tanpa adanya kerusuhan yang bìsa mengganggu kestabilan keamanan dì Jawa Timur, dan untuk para pasangan calon dan tim pendukungnya harus berbesar hati menerima hasil akhir Pemilihan gubernur jatim, apapun hasil baik menang atau pun kalah.