blog yang berisi berbagai informasi tentang daftar

Breaking

Hasil Akhir Quick Count/Hitung Cepat Pilkada Kota Malang Versi Proximity

Masyarakat Kota Malang akan membuat sejarah baru untuk menentukan siapa yang akan menjadi Walikota dan wakil Walikota Malang untuk periode 2013-2018 pada hari Kamis tanggal 23 Mei 2013 nanti.
Dan akhirnya menurut Lembaga Survei Proximity Pasangan dengan nomor urut 6 yakni H. Moch Anton - Sutiaji lah yang diperkirakan akan memenangkan pemilukada Kota Malang setelah berhasil meraih suara 31,91 persen mengungguli lima pasangan lainnya meskipun suara yang masuk baru 96 persen atau belum mencapai 100 persen..
Berikut ini daftar selengkapnya hasil Quick Count pemilukada Kota Malang versi Proximity:

Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota dengan nomor urut 1, H. Dwi Cahyono - H. Nuruddin - 5,22 persen suara.
.
Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota dengan nomor urut 2, Sri Rahayu - Priyatmoko Oetomo - 27,83 persen suara.

Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota dengan nomor urut 3, Heri Pudji Utami - Sofyan Edi Jarwoko - 27,36 persen suara.

Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota dengan nomor urut 4, Mujaiz - Yunar Mulya - 3,53 persen suara.

Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota dengan nomor urut 5, Dono - Arif HS - 4,16 persen suara.

Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota dengan nomor urut 6, M. Anton - Sutiaji. - 31,91 persen suara.

HASIL QUICK COUNT
Hasil quick count atau hitung cepat tentu menjadì harapan warga kota Malang untuk lebih cepat mengetahui hasìl pemilukada Kota Malang. Metode hitung cepat atau quick count ini memang telah banyak dilakukan oleh berbagai lembaga survei di berbagai pilkada. Memang hasil quick count seringkali tidak begitu jauh dengan hasil penghitungan manual yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah atau KPUD. Selain itu daya tarik quick count yang mampu mengetahui hasil siapa yang kemungkinan besar akan menjadi pemenang beberapa jam saja setelah pencoblosan atau setelah penghitungan suara di tingkat PPS dilakukan. Namun metode quick count tidak bisa menentukan suatu calon jadi pemenang jika selisih jumlah suaranya di bawah 1 persen seperti yang terjadi pada pemilukada Bali beberapa waktu yang lalu. Metode quick count bisa menyatakan suatu calon jadi pemenang jika selisih jumlah suarannya lebih dari 2 persen, karena metode quick count memiliki margin eror sebesar satu persen jika pasangan caloñya dua pasangan. Jika pasangan calonnya banyak maka calon pemenang harus meraih jumlah di atas 30 persen.

Hasil quick count pemilukada Kota Malang kemungkinan akan diketahui oleh warga Malang, karena biasanya di Propinsi Jawa Timur ini ada lembaga survei yang cukup rajin melakukan metode quick count di pilkada-pilkada yang diadakan di Jawa Timur yaitu lembaga survei Proximity.